Selasa, 20 September 2011

Asam Manis Masa SMA

Waktu MOS telah tiba, Aldi pun berangkat ke SMAN 1 Purbalingga, sekolah barunya. Karena Aldi berasal dari SMP luar kota, dia pun belum memiliki seorang teman, beruntung ada dua orang siswa yang mau mendekatinya, mereka adalah Melanie dan Joni.
“Hai ? Bolehkah kita berkenalan ?” sapa Melanie.
“Oh ya, namaku Aldi. Kalian siapa ?” jawab Aldi.
“Namaku Melanie, dan ini sahabatku Joni.” jawab Melanie.
“Hai, salam kenal !” sapa Joni.
“Sekarang bagaimana kalau kita ke dalam ?” sambung Melanie.
“Ayo !!” jawab Aldi dan Joni.
Dan mereka bertiga kini bersahabat.
Hari-hari selalu dilalui bersama, mereka belajar bersama, dan mengerjakan tugas bersama-sama.
Satu minggu kemudian, Aldi mengikuti sebuah ekstrakurikuler di sekolahnya. Pada ekstrakurikuler tersebut, ia bertemu dan berkenalan dengan seorang siswi bersama Susi. Seringnya mereka bertemu membuat keduanya semakin dekat. Lama-kelamaan Aldi menyukai Susi, Susi pun ternyata menyimpan perasaan yang sama terhadap Aldi.
Suatu hari sepulang kegiatan ekstrakurikuler, Aldi menyatakan perasaannya kepada Susi. Kemudian mereka memutuskan untuk berpacaran. Mereka pun semakin dekat di sekolah. Setiap istirahat, mereka selalu makan berdua di kantin sekolah. Dan Aldi selalu mengantarkan Susi pulang ke rumahnya. Hal tersebut membuat sikap Aldi berubah terhadap dua sahabatnya. Perubahan sikap Aldi tersebut disadari oleh Melanie dan Joni. Mereka berencana untuk bertanya langsung kepada Aldi tentang perubahan sikapnya tersebut.
Semakin hari Aldi semakin memisahkan diri dari kedua sahabatnya tersebut. Aldi sudah tidak pernah belajar dan mengerjakan tugas bersama Melanie dan Joni lagi. Melanie dan Joni mencari waktu yang tepat untuk bertanya kepada Aldi tentang perubahan sikapnya.
Bel tanda selesai pelajaran berbunyi. Melanie dan Joni meminta Aldi untuk tetap di kelas. Kemudian Melanie dan Joni meminta Aldi untuk menyampaikan alasan tentang perubahan sikapnya selama ini. Di ruang kelas tersebut tidak hanya ada mereka bertiga, namun juga ada Susi yang diam-diam menguping pembicaraan mereka dari luar kelas.
“Hai Aldi (sambil mendobrak meja), kenapa kamu jadi seperti ini ? Kenapa kamu berubah ? Apa kamu sudah lupa dengan kami ?” tanya Joni penuh emosi.
Aldi kaget dan hanya tertunduk lesu. Kemudian Melanie berusaha menengahi.
“Sabar Jon, kita harus tenang jangan emosi. Di, sekarang kami hanya mau tanya, kenapa semakin lama kamu semakin berubah ? Kamu sekarang tidak pernah berkumpul bersama kami lagi. Apa salah kami, Di ?”
Aldi tetap tertunduk dan hanya diam membisu.
“Sudahlah Mel, buat apa tanya sama dia. Dia itu bukan Aldi yang dulu lagi. Dia bukan sahabat kita. Sudah, lebih baik kita pulang saja Mel.” kata Joni masih dengan penuh emosi.
Joni menarik Melanie, dan Joni memaksa Melanie keluar dari kelas. Aldi duduk dan mulai menyadari kesalahannya. Ia jadi teringat masa-masa MOS dulu, karena mereka berdua adalah orang pertama yang mau berkenalan dengannya. Susi yang dari tadi menguping pembicaraan dari luar kelas, menangis tersedu-sedu karena ia sadar penyebab retaknya hubungan Aldi dengan kedua sahabatnya. Dan Susi masuk ke dalam kelas. Melihat Susi yang sedang menangis, Aldi pun terkejut. Kemudian ia bertanya kepada Susi.
“Sus, kamu kenapa ? Kok nangis ?” tanya Aldi.
“Aku minta maaf, Di. sudah membuat hubungan kamu dan kedua sahabatmu rusak seperti ini. Aku benar-benar minta maaf.” kata Susi.
“Ini bukan salah kamu kok, Sus. Sudah nggak usah menangis lagi.” Aldi mencoba menghibur Susi.
“Ini tetap salah aku, Di. Pokoknya besok kita harus minta maaf kepada mereka.” kata Susi.
Aldi mengangguk dan mengajak Susi untuk meninggalkan kelas, kemudian Aldi mengantarkan Susi pulang kerumahnya.
Keesokan harinya setelah pulang sekolah Susi dan Aldi menemui Melanie dan Joni yang sedang makan di kantin.
“Mel, hawanya ga enak nih. Pindah aja yuk ?” Joni beranjak dari kursinya.
“Sabar Jon, duduklah disini. Mungkin ada sesuatu yang akan disampaikan Aldi.” kata Melanie.
“Teman, aku dan Susi mau minta maaf atas perubahan sikapku selama ini. Kami mengakui kesalahan kami. Apakah kalian mau memaafkan kami ?” pinta Aldi.
“Apa kamu yakin, kamu tidak akan mengulangi kesalahanmu lagi ?” tanya Melanie.
“Ah…paling besok berubah lagi. Kaya yang kemarin-kemarin.” sela Joni.
“Sungguh, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku janji.” ucap Aldi.
“Ya sudah kamu ku maafin dan kupegang janji kamu tadi.” kata Melanie.
“Bagaimana denganmu Jon ? Apakah kamu mau memaafkanku juga ?” tanya Aldi.
“Baiklah aku memaafkan kesalahanmu.” jawab Joni.
“Makasih banget teman-teman, kalian memang sahabatku yang paling baik.” kata Aldi.
“Sudah-sudah, mari sekarang kita makan bareng-bareng aja yuk.” kata Melanie.
Mereka kemudian makan bersama di kantin tersebut. Seiring berjalannya waktu, mereka berempat menjadi sahabat yang sulit dipisahkan. Mereka selalu bersama-sama baik dalam suka maupun duka.

Tidak ada komentar: