Ini adalah sepenggal cerita yang sempat terekam. Saat dimana aku merasakan "sedikit" anugerah dari perjalananku pulang ke rumah dari Surabaya. Ya. Inilah pengalaman yang meyakinkanku bahwa aku ini orang LAPANGAN!!!
Jumat, 4 November 2011.
Di stasiun besar Gubeng, Surabaya. Aku membulatkan tekad untuk pulang ke rumah. Sekadar menikmati lebaran haji bersama keluarga. Walau hanya semalam dan berada dalam tekanan orientasi yang tak terbayangkan, hatiku tak bergeming. Hujan deras disertai kilatan petir menggelegar sore itu. Dari tidak dapat taksi sampai kereta yang terlambat.
Semua beriringan mengantarkanku menuju kampung halaman. Aku duduk di gerbong 6, nomor kursi 9B. Terlihat seseorang telah terlebih dahulu duduk disitu. Aku tersenyum, dan berkata
"Permisi nggih, pak"
Ia menjawab "Monggo, mas. Medhak pundi?"
"Kula Purwokerto, pak". kataku,
"Lha ya padha", jawabnya.
Setelah itu kami mengobrol sepanjang perjalanan. Hingga ku tahu beliau adalah seorang kepala pengadilan di salah satu kota di luar Jawa. Ia menceritakan bagaimana itu hidup, keluh kesahnya tentang peradilan dan masyarakat Indonesia, hingga kisahnya semasa SMA dan kuliah. Kami bertukar pikiran disitu. Banyak ilmu yang saya tangkap dari obrolan singkat kami. Saya pun begitu mudah beradaptasi dengan gaya bicaranya. Pengalamanku berdiskusi dengan beberapa pejabat pemerintah daerah, semasa menjadi pegiat organisasi di SMA dulu, membuatku paham apa yang harus kulakukan. Sampai akhirnya aku mendapat makan malam gratis dari beliau, yang sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. Bahkan itu adalah makan malam kedua yang kudapatkan secara gratis. Saat menikmati makan malam ini, terkadang aku tersenyum, membayangkan apa saja yang telah aku lakukan. Dan satu yang pasti, ini tak semudah membalikkan telapak tangan.
Sekian..
4 komentar:
nice, dik :)
pantesan ngga kurus-kurus :p hahaha
hahahahaha
dalem nih dit :D
wah.. blognya bagus, agak^meradityadhika gitu. hehehe
foll back my blog yoo ^^
http://melikaanatlillah.blogspot.com/
hahahaha..terima kasih :D
oke oke ;)
Posting Komentar