Kamis, 03 Januari 2013

Keluarga di Rumah

Sore hari ini tak seperti Surabaya yang aku kenal, hujan, petir saling bersautan, dan angin yang seakan akan berlari tanpa tujuan. Aku pun hanya bisa terdiam memandang laptop yang bekerja hampir 24jam untuk menemaniku. Mulai dari me"refresh" beranda facebook sampai me"retweet" twit yang tak jelas. 

Hape nokia, hape hasil kerja kerasku menabung 3tahun, berdering cukup keras. "ah paling ibu" , pikirku. Ternyata benar, sebuah panggilan dengan nama kontak "babe" meminta untuk segera diangkat. Dan seperti biasanya, satu persatu anggota keluarga pun bergiliran untuk berbicara denganku. Yang pertama tentu ibu. Ketika berbicara dengan ibu aku memang hanya menggunakan bahasa krama inggil untuk kata kerja dan beberapa kata yang lainnya. Semua kakakku juga demikian. Sudah jadi tabiatnya memang.

(percakapan dibawah ini dalam bahasa ngapak)
dika : "halo Assalamu'alaikum"
ibu : "Wa'alaikumsalam. Hey dika, lagi ngapa ya?"
dika : "kiye lah Bu biasa"
ibu : "dolanan laptop?"
dika : "hehe. Pada nang umah , Bu?"
ibu : "kebiasaan pancen. Iya kye biasa papi, ibu, karo mba lia nang umah kidul. Ko wis maem?"
dika : "iya kye nembe. Aisya nang umah Bu?"
ibu : "kye lagi jatahe bali, wis 2dina si nang umah, ngesuk pethuk maning. Arep karo papi?"
dika : "ya kena"

Dalam setiap telpon, kalau ibu tidak menawari padaku untuk berbicara dengan bapak, pasti kami tidak akan ngobrol. Bapak dengan karakternya yang pendiam super, tidak banyak bertanya (apalagi basa-basi), cukup mendengar dari ibu saja sudah "puas" untuknya. Dan aku juga sedikit banyak mewarisi sifatnya.

dika : "halo Pi"
bapak : "ya"
dika : "sugeng mbok Pi?"
bapak : "ya alhamdulillah kye. Lancar (kuliahe)?"
dika : "ya kaya kiye lah"
(hening, terdiam cukup lama, dan setelah beberapa menit...)
bapak : "arep karo ibu apa?apa mba lia?"
dika : "mba lia bae ngene Pi"
bapak : "nyah kye Yul"

Dan dengan mba Lia-lah aku biasa mengobrol cukup lama. Mulai A sampai Z. Dari nggosip sampai membahas perkembangan Aisya yang kini memasuki 11bulan. Ya, itulah kebiasaan yang pasti terlaksana ketika ibu menelponku. Meskipun agak berbeda di waktu-waktu aku menjelang libur, satu persatu pasti minta "jatah" untuk diantar atau ditemani kesana kemari, dan saat itulah bapak akan berbicara "lebih" dari biasanya. Dan harus aku akui, aku merindukan kalian, saat ini.

Sekian

2 komentar:

Dee_ mengatakan...

Home sick home sick..cemangat adek yang lebih tua :D

Rahardika Nur Permana mengatakan...

hahaha :D
aduh mba.nya tau aja :D
pasti mba ;) Semangaaat !!! ^^